Bayangan ketika Sumatera menjadi FSR (Federasi Sumatera Raya)

Bayangan & Estimasi Ekonomi ketika Sumatera menjadi FSR (Federasi Sumatera Raya)

Jika Sumatera menjadi FSR (Federasi Sumatera Raya)

Kelebihan:

Bisa mengelola sendiri kekayaan alam (migas, sawit, laut, pariwisata).

Pajak & pendapatan langsung masuk ke rakyat Sumatera, bukan ke pusat dulu.

Bahasa, budaya, dan identitas Melayu-Sumatera bisa lebih menonjol.

Bisa membangun model pemerintahan federal yang adil, fokus pada kesejahteraan lokal.

Kekurangan:

Risiko konflik politik & militer dengan Pemerintah pusat Indonesia.

Tantangan internasional: diakui atau tidak oleh negara lain.

Membutuhkan biaya besar untuk pertahanan, diplomasi, dan transisi sistem ekonomi.

Risiko awal: harga barang bisa naik, investor ragu, ekonomi goyah.


Estimasi Ekonomi Jika Menjadi FSR (Negara Baru)

Semua pendapatan bisa dikelola langsung, tapi juga harus tanggung semua beban negara.

Potensi pendapatan asli: ± Rp 1.350 triliun/tahun

Beban negara baru:

Pertahanan & keamanan: Rp 120 triliun

Infrastruktur & transportasi: Rp 150 triliun

Pendidikan & kesehatan: Rp 200 triliun

Subsidi & bantuan sosial: Rp 100 triliun

Administrasi negara (gaji ASN, birokrasi): Rp 80 triliun

Total belanja wajib: ± Rp 650 triliun

👉 Sisa surplus bersih: ± Rp 700 triliun (lebih besar daripada jatah APBN sekarang).
➡️ Artinya, kalau dikelola bersih tanpa korupsi, rakyat Sumatera bisa 2–3x lebih sejahtera.

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini